Minggu, 13 Maret 2011

SIMBOL DAN ARSITEKTUR -Oleh : Mr. Eduard Tjahjadi- PART 1

Diposting oleh Novia di 21.49 0 komentar
SYMBOL :
·        Etymology:
§         symbolum (Latin)
§         symbolon – σύμβολον (Greek)
objek, gambar, tulisan, suara, atau tanda tertentu yang mewakili sesuatu yang lain oleh asosiasi, kemiripan, atau konvensi.
·        Merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan sesuatu yang telah berlangsung disemua kebudayaan sepanjang waktu.
·        Mencerminkan intelektualitas, emosi dan spririt manusia.
·        Memungkinkan terjadinya sebagian besar hubungan komunikasi manusia dalam bentuk tertulis maupun verbal, gambar ataupun isyarat.
·        Merupakan bahasa universal lintas budaya dan zaman.
David Fontana, The Secreat Language of Symbols, A Visual Key to Symbols and Their Meanings. Chronicle Books, San Francisco, 1994
 
ARSITEKTUR
·        Etymology :
§         Architectura – Latin
§         Arkitekton, ὰρχιτεκτονική – arkhitektonike – Greek
ARTINYA :
Kepala atau pemimpin dan pembangun atau tukang kayu (Τεκτονική)
ADALAH :
Seni dan ilmu merancang bangunan dan struktur fisik lainnya.

·        ARSITEKTUR, dalam definisi yang lebih luas :
Meliputi semua kegiatan desain :
§         Dari level mikro (desain bangunan ataubangun-bangunan, kompleks bangunan,desain furnitur)
§         Ke tingkat makro (desain perkotaan: kawasan, bagian kota, arsitektur lansekap)
Saat ini, arsitektur dapat merujuk kepada aktivitas merancang sistem apapun dan sering digunakan dalam dunia TI
 
·        Karya arsitektur sering dianggap sebagai :
§         Karya seni
§         Simbol politik dan budaya
Sejarah peradaban manusia sering diidentikkan dengan karya arsitektur yang masih ada sebagai bagian perjalanan peradaban manusia itu sendiri
·        ARSITEKTUR lahir dari dinamika antara :
Kebutuhan                      ><                    Cara
§         Tempat tinggal                                                 Bahan bangunan
§         Keamanan                                                       Teknologi
§         Ibadah                                                             Keterampilan yang tersedia
Uraian sederhana diatas mebantu memperjelas kualitas penting arsitektur sebagai tanda atau komunikasi.
Vitruvius, arsitek Roma pada awal abad ke-1 Masehi berpendapat , bangunan yang baik harus memenuhi 3 prinsip (De architectura) :
Firmitatis – Utilitatis – Venustatis
    Daya Tahan, berdiri kokoh dan tetap dalam kondisi baik
    Utility, bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi orang-orang yang menggunakannya
  Keindahan, menyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka
Dalam banyak peradaban kuno ,arsitektur dan urbanisme mencerminkan keterlibatan konstan dengan yang ilahi dan supernatural.







Budaya tradisional melibatkan faktor-faktor yang bersifat :
§         Fisik
§         non fisik : khususnya bersifat simbolik
Simbol-simbol digunakan untuk mengkomunikasikan makna susunan tertentu.   
 
CINA
Kota Terlarang (The Forbidden City) di Beijing
Istana Kaisar dinasti Ming dan Qing dibangun pada tahun 1407 oleh dinasti Kaisar Ming ke 3 (1368-1644) merupakan tempat kediaman kaisar dinasti Qing laiinya (1644-19110. Bangunan yang mencerminkan seni bangunan klasik cina dan arsitektur feodal. Kompleks kota telarang sejak tahun 1987 menjadi karya arsitektur yang dilindungi oleh UNESCO.


KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGGRAT
Pusat yang secara simbolis menyatu dengan lingkungannya dan menghubungkan secara vertical
§         Mikrokokosmos (yang tampak) -- yang tertinggi dari rakyatnya.
§         Makrokosmos (yang tidak tampak) -- yang berhubungan dengan hal-hal di luar fisik.

Keraton Jogja merupakan simbolisme di dalam penataan kota Yogyakarta Keraton didampingi oleh :
§         Dua alun-alun.
§         Sebuah menara (tugu) di utara.
§         Sebuah panggung Krapyak diselatan.
§         Sebagai gabungan kehidupan mikrokosmos dengan kehidupan makrokosmos.


CANDI BOROBUDUR
Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi.
·        Struktur Candi Borobudur
Berbentuk punden berundak, yang terdiri dari:
 §         Enam tingkat berbentuk bujur sangkar.
 §         Tiga tingkat berbentuk bundar melingkar.
 §        Sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Dan beberapa stupa tersebar di semua tingkat-tingkatannya.
Sepuluh tingkat menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana, yakni menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

 §         Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah".
 §         Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu, yang mempresentasi dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.
 §         Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas.
 §         Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.
 §         Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud).
 §         Denah lantai berbentuk lingkaran.
§         Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana.
§         Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.
§         Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi.
§         Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang.
§         Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha.

Susunan Kota
AFRIKA UTARA (Kairo, Mesir)
§         Sistem jaringan disusun secara organis.
Kota-kota di Timur Tengah tidak beraturan karena terbentuk dari kelompok-kelompok kecil yang tumbuh sesuai dengan kebutuhan mereka, tidak terencana dan belum didukung kemajuan teknologi.
Kota-kota di Timur Tengah mempunyai suatu struktur yang bertentangan dengan bentuk-bentuk kota di Amerika Serikat.
Organisasi kota-kota Muslim dan Yahudi lebih :
§         Membatasi dan mengendalikan perilaku, dengan cara membatasi mobilitas, daripada meningkatkan pergerakan dan perhubungan lalu lintas.
§         Kota-kotanya memiliki sejumlah besar distrik yang spesifik dalam hal etnik, religius, ataupun fungsi.

AMERIKA UTARA
Washington, Amerika Serikat.
§        Sistem jaringan ini disusun secara teknis (beraturan)
§        Nilai tertinggi ditempatkan pada mobilitas dan fleksibilitas
Amos Rapoport.

Simbol dan Arsitektur
  • Karya arsitektur sebagai simbol
§         Kekuasaan :
o       Politik
o       Kebangkitan/kejayaan kebangsaan
o       Ekonomi
§         Demokrasi.
§         Kemajuan teknologi.
§         Sustainability Approach.

Arsitektur Palace of Versailles memberikan suatu jarak untuk sampai ke istananya. Trik ini digunakan untuk memberikan simbol kekuasaan.
§         Gerbang kemenangan (Arc de triomphe) menghormati mereka yang berjuang untuk Perancis, terutama selama Perang Napoleon.
§         Di bagian dalam dan bagian atas busur ada terdapat nama-nama jenderal dan nama perang yang terjadi
§         Monumen itu dirancang oleh Jean Chalgrin pada tahun 1806
·        Pawai kemenangan terkenal masa lalu atau di bawah Arc :
§         Jerman pada tahun 1871
§         Perancis pada tahun 1918
§         Jerman pada tahun 1940
§         Perancis dan Sekutu pada tahun 1944 dan 1945
Di atas gerbang adalah Quadriga, sebuah kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda didorong oleh Victoria, dewi Romawi kemenangan
Desain Gerbang didasarkan pada Propylaea, pintu gerbang Acropolis di Athena, Yunani dan konsisten dengan sejarah Berlin klasisisme arsitektur (pertama, Baroque, dan kemudian neo-Palladian).
Gerbang pertama "Athena di atas Sungai Spree" oleh arsitek Gotthard Carl von Langhans.
Quadriga ibukota itu diukir oleh Johann Gottfried Schadow 
1806 - Prusia kalah pertempuran Jena-Auerstedt. Quadriga dibawa Napoleon ke Paris
1814 - Napoleon kalah di Prusia dan pendudukan Paris oleh Jenderal Ernst von Pfuel. Quadriga dikembalikan ke Berlin, dilengkapi dengan simbol baru kekuasaan Prusia, Iron Cross.
Gerbang tengah boleh dilewati hanya oleh keluarga kerajaan, serta anggota keluarga Pfuel (1814-1919). 
Brandenburger Tor sempat terbengkalai selama kurang lebih 28 tahun karena terpisahkan oleh adanya tembok Berlin. Baru setelah Berlin Timur dan Berlin Barat bersatu, gerbang ini selalu digunakan sebagai tempat untuk merayakan sesuatu. Misalnya, menang pertandingan bola, konser, dsb.










JAKARTA
Arsitektur di Jakarta, antara lain:


RUNTUHNYA KEJAYAAN
Karya-karya Arsitektur tetap dipertahankan sebagai simbol dari runtuhnya kejayaan suatu kekuasaan pada masanya, seperti yang terdapat di bawah ini:
Kaiser William Memorial Church (Kaiser-Wilhelm-Gedächtniskirche), Berlin dibangun 1890 rusak parah akibat bom udara pada PD II, tetap dipertahankan sebagai simbol untuk mengingatkan kita atas kekejaman yang dilakukan manusia yaitu perang. Untuk itu, bangunan ini tetap dipertahankan dan kemudian dibangun sebuah gereja disisinya tetapi dalam bentuk yang lebih sederhana, agar perhatian orang tetap terarah kepada Kaiser William Memorial Church (Kaiser-Wilhelm-Gedächtniskirche).

Bom atom yang jatuh di Nagasaki dan Hirosima (Agustus 1945) di Jepang merupakan suatu bukti kekejaman manusia. Akibatnya, kota Nagasaki dan Hirosima luluh lantak karena bom tersebut. Di kota Hiroshima, terdapat satu bangunan yang dapat bertahan dari gempuran bom atom. Bangunan ini dipertahankan hingga sekarang sebagai monumen untuk memperingati jatuhnya bom tersebut dan dikenal dengan nama The A-Bomb Dome, Hiroshima. Di Nagasaki sendiri, mereka membuat sebuah taman sederhana. Sebagai sentral untuk memperingati kejadian Agustus 1945 tersebut. Dinamakan Nagasaki Hypocentre oleh pemerintah Jepang.
 
Jewish Museum, Berlin, merupakan salah satu karya arsitektur yang dibangun untuk mengingatkan kembali, kekejaman di masa pemerintahan Hitler.
Bentuk bangunan diambil dari bentuk Star of David, bentuk dinding yang adalah pilar-pilar tanpa atap menandakan bahwa bangsa yahudi pada saat itu seperti dipenjara. Mereka dapat melihat dunia luar hanya melalui celah-celah kecil yang disimbolkan oleh jendela-jendela di musium ini.  
Tangga yang berakhir pada tembok, dapat kita asumsikan sebagai tanpa jalan keluar dan tidak adanya kebebasan.

SIMBOL DAN ARSITEKTUR -Oleh : Mr. Eduard Tjahjadi-

Diposting oleh Novia di 20.27 0 komentar
SIMBOL KEKUASAAN EKONOMI
Karya-karya arsitektur banyak digunakan sebagai simbol kekuasaan ekonomi suatu negara. Seperti yang dapat kita lihat pada contoh-contoh di bawah ini:
  • FRANKFURT : Terkenal dengan gedung 101 lantai.

    • SHANGHAI : Membangun gedung 102 lantai agar dapat menyaingi gedung 101 lantai di Frankfurt.
     

      Pada awalnya desain gedung ini diberi bentuk lingkaran di atasnya, namun kemudian diganti menjad persegi panjang. Dengan alasan, jika menggunakan bentuk lingkaran orang-orang dapat salah menafsirkan bahwa gedung tersebut adalah milik Jepang. Selain itu, karena Jepang pernah menjajah China sebelumnya juga menjadi alasan mengapa desain gedung ini berubah.

      • DUBAI, UAE (Construction), Arab Saudi
       
      Merupakan hotel tertinggi di dunia, Namun karena krisis moneter yang dialami Arab Saudi, maka hotel ini hanya dibuka selama satu minggu saja. Arsitekur-arsitektur yang terdapat pada bangunan-bangunan di Dubai ini menonjolkan kejayaan Dubai dan tentunya untuk menarik tourism.




      • TRAGEDI 9/11
      Gedung World Trade Center merupakan sebuah symbol kekuatan ekonomi dari Amerika Serikat. Dengan mengatasnamakan kepentingan tertentu, gedung ini di hancurkan oleh sekelompok orang tak bertanggung jawab. Dengan tujuan agar kondisi ekonomi Amerika Serikat terguncang.

      SIMBOL DEMOKRASI
      • National Mall, Washington DC
      • Reichstag (Bundestag), Berlin
      • Bunderan HI, Jakarta
      • Washington DC Map



      • National Mall
      Merupakan sebuah monumen dengan berbagai campuran taman, danau dan lain-lain. U.S Capital merupakan gedung parlemen dan senat Amerika Serikat, dimana di gedung inilah presiden AS akan diambil sumpahnya.

      • Reichstag

        Gedung parlemen di Berlin sampai Perang Dunia II. Tadinya berletak di Jerman Timur (yang cenderung Komunis),  namun tidak difungsikan sebagai gedung parlemen. Gedung ini hancur pada tahun 1945 saat perang dunia II, dan kembali direnovasi pada 1970. Saat Berlin menjadi ibukota Jerman, gedung ini dipugar, dan berfungsi kembali sebagai perlemen.
        Arsitek yang merenovasi gedung ini adalah Norman Robert Foster. Tidak ada yang berubah hanya terdapat tambahan sebuah kubah yang terbuat dari dari kaca dibagian atas gedung ini.
        Kubah ini terbuat dari kaca sehingga transparan (menunjukkan keterbukaan pemerintahan/parlemen).
        Reichstagdome Cupola terbuka untuk umum, dari sana dapat terlihat pemandangan kota Berlin. Dari atas dapat terlihat ruang sidang yang terbuka, mencerminkan bahwa kekuasaan tertinggi terdapat di tangan rakyat. 




        • Gedung MPR/DPR RI
          Gedung MPR/DPR RI sebenarnya bukan merupakan gedung parlemen. Gedung ini dibuat atas usul Presiden Soekarno yang sifatnya netral (dalam dunia internasional) meskipun agak sedikit ke arah kiri (komunis sosialis). Ketika Gerakan Non Blok dibentuk, gedung ini dibangun untuk dijadikan tempat konfrensi.
          Makna dari bentuk kubah ini tidak ada hubungannya dengan demokrasi maupun ekonomi pemerintahan. Gedung ini cenderung tertutup dan berbeda dengan gedung parlemen milik Jerman. Hanya dari sisi arsitektur bentuk kubah ini sebagai penyangga jika dibandingkan dengan pilar-pilar, bentuk kubah lebih leluasa untuk memandang.
          • Bundaran HI (Hotel Indonesia)
             Terdapat patung ditengahnya sebagai simbol selamat datang untuk peserta Asian Games 1972. Ruang disekitar bundaran digunakan sebagai simbol untuk mengungkapkan demokrasi di Jakarta (banyak aksi unjuk rasa dan demonstrasi).

            SIMBOL KEMAJUAN TEKNOLOGI
            • Menara Eiffel, Paris, Perancis

              Dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, sebuah pameran dunia untuk merayakan seabad Revolusi Perancis. Direncanakan untuk dibongkar tahun 1909, sehingga menara dirancang agar mudah diruntuhkan.
              Kota Paris telah berencana meruntuhkannya pada akhir ijinnya. Namun, menara ini terbukti memberikan banyak keuntungan, sehingga menara ini dibiarkan berdiri setelah ijinnya kadarluarsa.






              • Centre Georges Pompidou
              Dibangun 1971–1977 di daerah Beaubourg, Paris. Bangunan ini dikenal juga sebagai Pompidou Centre atau Beauborg
              §            Arsitek: Renzo Piano, Richard Rogers dan Su Rogers.
              Gedung ini menampung:
              §         Bibliothèque publique d'information, sebuah public library.
              §         Musèe National d’Art Moderne, museum modern art terbesar di Europe.
              §         IRCM, pusat penelitian musik dan akustik. 

              • Greenpix Media Wall

              “revolutionized museum
              s, transforming what had once been elite monuments into popular places of social and cultural exchange, woven into the heart of the city”


              SIMBOL SUSTAINABILITY APPROACH
              Sustainability berarti pembangunan berkelanjutan. Arsitektur harus dapat menunjang sumber daya alam dan ramah lingkungan.
              ·         The Living Roof of the California Academy of Sciences, a museum and research facility in San Francisco, California

              • Expo 2010 Shanghai, China

              Paviliun buatan Negara Inggris ini berbentuk kubah. Didalam kubah tersebut terdapat lubang-lubang kaca yang masing-masing berisi benih tanaman dari seluruh dunia. Dengan anggapan bila terjadi sesuatu di dunia, masih ada benih yang lengkap di dalam kubah tersebut.

               


              Indonesia sendiri membuat sebuah paviliun dengan bahan-bahan alami seperti bambu misalnya.








              KESIMPULAN
                          Dari penjelasan yang telah saya buat, dapat disimpulkan bahwa arsitektru sebuah gedung tidak dibuat begitu saja, tetapi memiliki makna dibalik setiap bentuk dari bangunannya atau dengan kata lain merupakan simbol dari suatu hal. Misalnya :
              §         Kekuasaan
              −        Politik
              −        Kebangkitan/kejayaan kebangsaan
              −        Ekonomi
              §         Demokrasi
              §         Kemajuan teknologi
              §         Sustainability Approach 

              SUMBER 

              Ringkasan perkuliahan dari Mr.Eduard Tjahjadi
              Gambar dari www.google.com


              Minggu, 06 Maret 2011

              SEMIOTIKA - Oleh Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum -

              Diposting oleh Novia di 07.51 0 komentar
              Kata Semiotika berasal dari kata Yunani, seme, semeiotikos yang berarti penafsir tanda. Semiotika berarti ilmu analisis tanda atau studi tentang bagaimana sistem penandaan berfungsi.
              Semiotik atau semiologi merupakan terminologi yang merujuk pada ilmu yang sama. Istilah semiologi lebih banyak digunakan di Eropa sedangkan semiotik lazim dipakai oleh ilmuwan Amerika. Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut. Semiotics is usually defined as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise.
              Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia).

              Beberapa Tokoh Yang Menjadi Pengagas Semiotika :
              1.     St Agustinus(354-430)
              Di abad pertengahan dikembangkan ilmu tanda oleh St. Agustinus (354-430), dia mengangkat soal tanda menjadi objek pemikiran filosofis dan dibatasi pada bagaimana kata fisik berhubungan dengan “kata mental”. OMG (Oh my God!) apa yang membuat saya menyebut kata “God”?

              2.     William Of Ockham, OFM (1285-1349)
              Ia mempertajam kembali studi tentang tanda dan mengkategorikan tanda berdasarkan sifatnya
                                              
              3.     John Locke (1632-1740)
              Menurutnya, eksploitasi tanda akan mengarah pada terbentuknya basis logika baru. Hal ini terlihat dalam karyanya yang berjudul “An Essay Concerning Human Understanding” (1690).

              Ia terkenal dengan teorinya tentang tabula rasa yaitu dimana anak-anak adalah seperti kertas kosong yang belum terisi dan harus diisi oleh orang dewasa.

              Lalu kemudian muncul Saussure, disusul oleh Peirce. Mereka yang kemudian menjadi rujukan bagi perkembangan semiotika pada abad 20

              SEMIOLOGY / SEMIOTIKA
              4.     Ferdinand De Saussure (1857-1913)
              Ferdinand de Saussure yang berasal dari Swiss awalnya merupakan seorang pengajar di bidang Sansekerta dan linguistik sejarah. Ia mengkaji linguistic secara sinkronik buka diakronik. Kajian Ferdinand de Saussure (Bapak linguistik modern 1857-1913) tentang tanda bahwa tanda-tanda disusun dari dua (2) elemen, yaitu:
              •         aspek citra tentang bunyi dan
              •         sebuah konsep di mana citra bunyi disandarkan.
              Ia mendefinisikan tanda linguistik sebagai entitas dua sisi.
              •         Sisi pertama disebutnya sebagai penanda (signifier)
              •         Sisi kedua disebutnya sebagai petanda (signified)

              •         Penanda (signifier) adalah aspek material dari sebuah tanda, atau aspek citra tentang bunyi (semacam kata atau representasi visual). Contoh: orang menyebut “anjing” (a/n/j/i/n/dan/g), apa yang didengar bukanlah anjing yang sesungguhnya, melainkan sebuah konsep tentang “keanjingan”, yaitu: berkaki empat, menggonggong, suka makan tulang, gigi yang tajam.
              •         Petanda (signified)adalah sebuah konsep di mana citra bunyi disandarkan. Contoh: konsep anjing yang sesungguhnya bisa saja berupa jenis buldog, spaniel, pudel dan lain-lain
              Kajian Saussure tentang tanda linguistik bersifat arbitrer, maksudnya konsep tentang anjing tidak harus selalu dibangkitkan oleh penanda dalam bunyi a/n/j/i/n/g, tapi bisa pula dengan d/o/g (Inggris) atau h/u/n/d (Jerman) atau c/h/i/e/n (Perancis)
              Suatu penanda tanpa petanda tidak berarti apa-apa dan karena itu tidak merupakan tanda. Sebaliknya, suatu petanda tidak mungkin disampaikan atau ditangkap lepas dari penanda; petanda atau yang dtandakan itu termasuk tanda sendiri dan dengan demikian merupakan suatu faktor linguistik. “Penanda dan petanda merupakan kesatuan seperti dua sisi dari sehelai kertas,” kata Saussure.
              Louis Hjelmslev, seorang penganut Saussurean berpandangan bahwa sebuah tanda tidak hanya mengandung hubungan internal antara aspek material (penanda) dan konsep mental (petanda), namun juga mengandung hubungan antara dirinya dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. Bagi Hjelmslev, sebuah tanda lebih merupakan self-reflective dalam artian bahwa sebuah penanda dan sebuah petanda masing-masing harus secara berturut-turut menjadi kemampuan dari ekspresi dan persepsi. Louis Hjelmslev dikenal dengan teori metasemiotik (scientific semiotics). Sama halnya dengan Hjelmslev, Roland Barthes pun merupakan pengikut Saussurean yang berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.

              5.     Charles Sanders Peirce (1839-1914)
              Charles Sanders Peirce, seorang filsuf berkebangsaan Amerika, mengembangkan filsafat pragmatisme melalui kajian semiotik. Bagi Peirce, tanda “is something which stands to somebody for something in some respect or capacity.” Sesuatu yang digunakan agar tanda bisa berfungsi disebut ground. Konsekuensinya, tanda (sign atau representamen) selalu terdapat dalam hubungan triadik, yakni ground, object, dan interpretant.
              Kajian Peirce tentang tanda bahwa tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Peirce menggunakan istilah (level objek):
              •         Ikon untuk kesamaannya
              Ikon adalah tanda yang hubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah. Dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan; misalnya foto.
              •         Indeks untuk hubungan sebab akibat
              Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat, atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan; misalnya asap sebagai tanda adanya api. Tanda seperti itu adalah tanda konvensional yang biasa disebut simbol.
              •         Simbol untuk asosiasi konvensional
              Jadi, simbol adalah tanda yang menunjukkan hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya.
              Berbeda dengan Saussure (tanda memiliki dua sisi), Peirce meyakini bahwa tanda dibentuk melalui hubungan segi tiga.
              •         Representamen (tanda)
              •         Objek (sesuatu yang dirujuk)
              •        Interpretant (“hasil” hubungan Representamen dengan Objek)
              Objek adalah sesuatu yang dirujuk oleh Tanda, tetapi Objek bisa jadi berupa: sebuah Objek Representasi (Immediate Object) atau sebuah Objek Dinamik (Dynamic Object)
               
               Atas dasar hubungan triadic antara ground, object, dan interpretant tersebut. Peirce membuat klasifikasi tanda. Tanda yang dikaitkan dengan ground dibaginya menjadi qualisign, sinsign, dan legisign.
              •         Qualisign adalah kualitas yang ada pada tanda.
              •         Sinsign adalah eksistensi aktual benda atau peristiwa yang ada pada tanda.
              •         legisign adalah norma yang dikandung oleh tanda.
              Level Interpretant
              •         Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. (kemungkinan)
              •         Dicent sign atau dicisign adalah tanda sesuai dengan kenyataan. (fakta)
              •         Argument adalah yang langsung memberikan alasan tentang sesuatu. (logika)
              Pierce membedakan 3 konsep dasar semiotik , yaitu :
              •         Sintaksis Semiotik
              Mempelajari hubungan antartanda. Hubungan ini tidak terbatas pada sistem yang sama. Contoh: teks dan gambar dalam wacana iklan merupakan dua sistem tanda yang berlainan, akan tetapi keduanya saling bekerja sama dalam membentuk keutuhan wacana iklan.
              •         Semantik Semiotik
              Mempelajari hubungan antara tanda, objek, dan interpretannya
              •         Pragmatik
              Mempelajari hubungan antara tanda, pemakai tanda, dan pemakaian tanda.
              Ketiganya membentuk hubungan dalam melakukan proses semiotis. Konsep semiotik ini akan digunakan untuk melihat hubungan tanda-tanda dalam iklan (dalam hal ini tanda non-bahasa) yang mendukung keutuhan wacana.

              6.     Roland Barthes (1915-1989)
              Kemudian muncul Roland Barthes. Menurut Barthes, sistem tanda mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat dalam waktu tertentu. Semiotik, atau dalam istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate).
              Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak dikomunikasikan, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Salah satu wilayah penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader). Konotasi, walaupun merupakan sifat asli tanda, membutuhkan keaktivan pembaca agar dapat berfungsi. Barthes secara lugas mengulas apa yang sering disebutnya sebagai sistem pemaknaan tataran ke-dua, yang dibangun di atas sistem lain yang telah ada sebelumnya. sistem ke-dua ini oleh Barthes disebut dengan konotatif, yang di dalam buku Mythologies-nya secara tegas ia bedakan dari denotative atau sistem pemaknaan tataran pertama.
              Dari peta Barthes di atas terlihat bahwa tanda denotatif terdiri atas penanda dan petanda. Akan tetapi, pada saat bersamaan, tanda denotatif adalah juga penanda konotatif. Jadi, dalam konsep Barthes, tanda konotatif tidak sekadar memiliki makna tambahan namun juga mengandung kedua bagian tanda denotatif yang melandasi keberadaannya.
              Pada dasarnya, ada perbedaan antara denotasi dan konotasi dalam pengertian secara umum serta denotasi dan konotasi yang dipahami oleh Barthes. Di dalam semiologi Barthes dan para pengikutnya, denotasi merupakan sistem signifikasi tingkat pertama, sementara konotasi merupakan tingkat kedua. Dalam hal ini denotasi justru lebih diasosiasikan dengan ketertutupan makna. Sebagai reaksi untuk melawan keharfiahan denotasi yang bersifat opresif ini, Barthes mencoba menyingkirkan dan menolaknya. Baginya yang ada hanyalah konotasi. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa makna “harfiah” merupakan sesuatu yang bersifat alamiah (Budiman, 1999:22).
              Dalam kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai ‘mitos’ dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu. Di dalam mitos juga terdapat pola tiga dimensi penanda, petanda, dan tanda. Namun sebagai suatu sistem yang unik, mitos dibangun oleh suatu rantai pemaknaan yang telah ada sebelumnya atau dengan kata lain, mitos adalah juga suatu sistem pemaknaan tataran ke-dua. Di dalam mitos pula sebuah petanda dapat memiliki beberapa penanda.

              7.     Umberto Eco (1932- ____ )
              Seorang Sejarahwan, filsuf dan novelis berkebangsaan Italia. Ia lebih menekankan manipulasi tanda dalam studi mengenai semiotika. Menurutnya tanda dapat digunakan untuk menyatakan kebenaran juga kebohongan.

              KESIMPULAN
              Di dalam dunia periklanan, semiotik diperlukan sebagai pemberi citra yang akan mencirikan sebuah produk. Selain itu, dapat juga membantu memperkuat kesan yang ada dalam sebuah iklan. Namun, semiotik sendiri ternyata memiliki sebuah kelemahan, dimana tidak semua orang memiliki pemahaman yang sama akan suatu hal. Jadi ketika melihat sebuah tanda yang sama, belum tentu setiap orang menafsirkan sesuatu yang sama juga.

              Semiotik sendiri nantinya akan sangat berguna bagi para praktisi iklan dalam membuat sebuah iklan yang menarik. Dengan menggunakan tanda-tanda yang ada, diharapkan iklan yang terbentuk juga akan menjadi lebih kreatif.

              SUMBER
              ·        Ringkasan perkuliahan dari Bapak Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum
              ·        Gambar dari www.google.com
               

              ❤ KAPITA SELEKTA ❤ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Best Gift ideas