Minggu, 08 Mei 2011

Media Sosial dan Revolusi Politik – Oleh : Riris Loisa M. SI

Diposting oleh Novia di 21.23 1 komentar

Facebook di dalam Revolusi Mesir 2011


·        Khaled Said, 28 Tahun
Ia merupakan seorang aktivis dalam situs jejaring sosial facebook. Sebagai seorang warga Mesir, ia mengkritik aparat pemerintahan Mesir melalui situs jejaring sosial. Dituduh sebagai seorang yang membongkar borok dari rezim pemerintahan Hosni Mubarok. Pada akhirnya ia diangkut paksa oleh aparat keamanan di sebuah warung internet. Ia sempat dikabarkan hilang beberapa hari sebelum akhirnya ia ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan.

Determinisme Teknologi, Marshall McLuhan
Menurut Marshall McLuhan, penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi itulah yang sebenarnya yang mengubah kebudayaan manusia. Jika Karl Marx berasumsi bahwa sejarah ditentukan oleh kekuatan produksi, maka menurut McLuhan eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi.
McLuhan juga menyebutkan bahwa media massa adalah ekstensi atau perpanjangan dari inderawi manusia (extention of man). Media tidak hanya memperpanjang jangkauan kita terhadap suatu tempat, peristiwa, informasi, tapi juga menjadikan hidup kita lebih efisien. Lebih dari itu media juga membantu kita dalam menafsirkan tentang kehidupan kita.
Medium is the message. Dalam perspektif McLuhan, media itu sendiri lebih penting daripada isi pesan yang disampaikan oleh media tersebut. Misalkan saja, mungkin isi tayangan di televisi memang penting atau menarik, akan tetapi sebenarnya kehadiran televisi di ruang keluarga tersebut menjadi jauh lebih penting lagi. Televisi, dengan kehadirannya saja sudah menjadi penting, bukan lagi tentang isi pesannnya. Kehadiran media massa telah lebih banyak mengubah kehidupan manusia, lebih dari apa isi pesan yang mereka sampaikan.
Dilema yang kemudian muncul seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi adalah bahwa manusia semakin didominasi oleh teknologi komunikasi yang diciptakannya sendiri. Teknologi komunikasi bukannya dikontrol oleh manusia namun justru kebalikannya, kita yang dikontrol oleh mereka
Salah satu teknologi yang sangat berkembang saat ini adalah internet. Salah satu komponennya adalah situs jejaring sosial. Situs jejaring sosial seperti facebook saat ini menjadi tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Banyak hal yang dapat terjadi melalui facebook, seperti aksi-aksi sosial. Pada akhirnya dampak facebook akan berwujud pada tindakan yang menyebabkan perubahan sosial yang fundamental.

Internet dan Media Sosial
Perkembangan Infrastruktur dan Komunitas Maya
·        Sandi Morse
·        Komputer Babage
·        Internet, Jaringan Komputer Militer
·        HTML : Hypertext Markup Language
Memungkinkan adanya jaringan komputer antar sistem komputer yang berbeda.

Komunikasi Konvensional VS Komunikasi Melalui Media Sosial
1.     Partisipasi
Mendukung kontribusi dan umpan balik dari setiap orang yang tertarik, sehingga mengaburkan batas antara media dan khalayak.
2.     Keterbukaan
Terbuka bagi umpan balik, partisipasi, pendapat dan berbagi informasi.
3.     Percakapan
Lebih bersifat komunikasi dua arah
4.     Komunitas
Memungkinkan komunitas dengan minat yang sama untuk berkomunikasi dengan cepat dan efektif.
5.     Keterhubungan
Sangat berkembang dalam hal keterhubungan, bertautan dengan situs lain dan sumber-sumber dari orang lain.

Ada Beberapa Bentuk Media Sosial
·        Jejaring Sosial
Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
·        Blog
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
·        Wiki
sebuah konsep yang diberi pengertian oleh penggagasnya, Ward Cunningham, sebagai berikut, Basisdata online paling sederhana yang kemungkinan dapat beroperasi. Pengertian tersebut berkembang sampai dengan yang terlihat sekarang ini: situs Web berbasis wiki secara sederhana dapat diartikan sebagai kumpulan halaman Web yang memungkinkan para pemakainya untuk membuat dan menyunting materi halaman Web dengan bebas menggunakan perambah.
·        Podcast
Definisi Podcast itu sendiri adalah sebuah file suara/audio yang bisa didownload dari internet untuk didengarkan sebagaimana layaknya sebuah acara radio.
·        Forum
·        Content Community
·        Microblogging
Microblogging merupakan layanan blog secara micro. Maksudnya, jika biasanya kita posting dalam hitungan paragraf, nah dengan microblogging ini kita cukup posting dalam hitungan seperti SMS (150an karakter).

Facebook dan Revolusi Mesir
Ada dua Facebook yang menjadi sorotan utama setelah tewasnya Khaled Said secara mengenaskan.
1.     Wael Ghonim yang membuat Facebook dengan nama Khaled Said
Ia memberikan banyak informasi serta foto-foto mengenai Khaled Said.
2.     Facebook Kids yang membuat account dengan nama WE ARE KHALED SAID.

Facebook Page ini diciptakan untuk mengingat seorang laki-laki Mesir yang dibunuh musim panas lalu oleh polisi.

Facebook dan Pembentukan Kesadaran Kritis Komunitas Maya
Berbagai spekulasi bermunculan mengenai apa yang membedakan komunitas dan komunikasi tatap muka. Kedua facebook diatas sudah cukup menerangkan bagaimana sebuah kesadaran kritis akhirnya dimunculkan melalu sebuah jejaring sosial.
Kesadaran Kritis sendiri berarti kita sudah menyadari keadaan sesungguhnya mengenai suatu hal. Pada awalnya warga Mesir dibayang-bayangi Kesadaran Palsu dimana mereka sendiri menganggap bahwa mereka telah berada pada kondisi yang benar adanya, walaupun sebenarnya semuanya itu salah.

Beberapa Karakteristik Media Sosial
1.     Liquid Communication
Tidak ada batasan dalam berkomunikasi baik ruang maupun waktu
2.     Saling memelihara keterhubungan (connectedness).
3.     Memperdalam Hubungan.
4.     Menemukan orang-orang dengan orientasi sejalan.
5.     Merekrut orang-orang baru.
6.     Membangun counter power  terhadap penguasa dominan.

Kesadaran Kritis
Pada akhirnya seseorang atau sekelompok orang menjadi sadar akan kesenjangan antara realitas sosial yang dialami dengan realitas yang ideal dalam hal hubungan kekuasaan.
kesadaran kritis merupakan kesadaran yang holistik dalam menafsirkan realitas yang ada. Kesadaran ini muncul dari hasil perenungan kritis atas sebuah realitas dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki manusia baik itu kognisi maupun hati nurani.

KESIMPULAN
          Kesadaran kritis akhirnya membangun kekuasaan kita dan penguasa dari POWERLESS menjadi POWERFULL.
            Dalam kasus Revolusi Mesir, Facebook lah yang menjadi perantara dalam melengserkan rezim Hosni Mubarak. Melalui Facebook WE ARE KHALED SAID, para demonstran berkumpul, menulis isi hati mereka di wall Facebook tersebut. Mereka mengumpulkan satu demi satu orang untuk bergabung menyerukan suara mereka agar Hosni Mubarak turun dari tahtanya.
Kematian Khaled Said yang mengenaskan akhirnya membuka mata para warga Mesir akan kebobrokan pemerintahan mereka. Hal tersebut membuat mereka sadar bahwa mereka berada pada tempat dan situasi yang salah. Facebook pada akhirnya membuka kesadaran terhadap kondisi Mesir saat itu dan membuktikan bahwa Teknologi Komunikasi memang membawa perubahan yang Fundamental pada sebuah situasi.

SUMBER
·       Ringkasan Perkuliahan dari Ibu Riris Loisa M. SI


Selasa, 03 Mei 2011

TELEVISION IS YOUR PARTNER (?) - Oleh : Dr. Iswandi Syahputra, M.Si

Diposting oleh Novia di 07.34 0 komentar
Pada pertemuan kali ini, bersama dengan bapak Iswandi, kami membahas fungsi televisi. Bagaimana sebenarnya televisi itu mempengaruhi khalayak serta efek negatif yang muncul dari televisi itu sendiri.
Hingga awal Juni 2010, Jumlah stasiun TV swasta lokal di Indonesia yang telah bersiaran ada 119. 105 diantaranya adalah stasiun TV lokal yang telah mendapat IPP Prinsip. Sedangkan 14 lainnya adalah Stasiun TV lokal yang telah mendapat IPP Existing. Selain itu, jumlah pemohon TV swasta sampai Juli 2010 adalah 93 Pemohon yang tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia.
Berikut ini adalah nama 10 stasiun TV swasta yang bersiaran secara nasional (berjaringan) :
1.     RCTI
2.     SCTV
3.     TPI
4.     ANTV
5.     Trans TV
6.     Trans 7
7.     Metro TV
8.     Global TV
9.     TV One
10.            Indosiar
Hidup di era globalisasi berarti hidup di era yang penuh dengan persaingan. Di era ini kita dapat melihat perkembangan yang pesat dari berbagai aspek kehidupan, terutama teknologi. Salah satunya adalah televisi. Pertumbuhan stasiun TV sangat pesat karena secara umum saat ini dunia  berada dalam era teknologi informasi/komunikasi. Perkembangan tersebut dapat terjadi di Indonesia dikarenakan beberapa hal, diantaranya :
·        Pasar penonton yang menjanjikan
·        Cakupan wilayah yang luas
·        Maraknya pertumbuhan PH (250-an)
·        Pola menonton masyarakat yang tidak sehat (Heavy Viewer)
Karena faktor-faktor tersebutlah muncul persaingan yang tidak sehat antar stasiun televisi. Salah satu hal yang membuat stasiun TV bersaing secara tidak sehat adalah adanya rating. Rating menjadi rujukan utama produksi program televisi. Implikasinya adalah, isi (program) tayangan televisi yang nyaris seragam. Selain itu, terpusatnya kepemilikan stasiun televisi. Implikasinya adalah, televisi menjadi alat penopang kekuasaan ekonomi/politik. Dalam konteks ini maka RATING dan AGENDA SETTING menjadi terma kunci dalam studi ekonomi/politik media televisi.
Rating itu sendiri adalah evaluasi atau penilaian atas sesuatu. Rating merupakan data kepemirsaan televisi. Data merupakan hasil pengukuran secara kuantitatif. Jadi rating bisa dikatakan sebagai rata-rata pemirsa pada suatu program tertentu yang dinyatakan sebagai persentase dari kelompok sampel atau potensi total.
Dalam pengertian yang lebih mudah, rating adalah jumlah orang yang menonton suatu program televisi terhadap populasi televisi yang di persentasekan. Data kepemirsaan TV itu dihasilkan berdasarkan survei kepemirsaan TV (TV Audience Measurement/ TAM). Di Indonesia survei kepemirsaan televisi kini diselenggarakan oleh AGB Nielsen Media Research (AGB NMR).
Jika kita membahas cara kerja rating itu sendiri harus melalui beberapa tahap. Pengoperasian dan prosedur standar survei kepemirsaan TV yang mengacu pada GGTAM harus melalui tujuh proses pokok, yaitu:
1.     TV Establishment Survey, menentukan populasi keluarga yang memiliki TV di 10 kota besar.
2.     Pemilihan Panel, setiap panel memiliki karakteristik berbeda.
3.     Metering Equipment (TVM-5): pemasangan di rumah tangga panel.
4.     Pengumpulan Data, data dikumpulkan melalui 2 cara, on line dan off line polling.
5.     The Production (Pollux System), pemerosesan data.
6.     TV Monitoring, data digabung dengan data monitoring program TV dan iklan.
7.     Pengiriman Data (via Arianna), merupakan software yang harus dimiliki pelanggan. Dapat diakses setiap jam 10 pagi.
Saat ini, sudah banyak penelitian yang membahas mengenai rating. Semua tayangan yang mendapat rating tinggi belum tentu memiliki kualitas tinggi menurut pemirsa (hasil penelitian Program Studi Televisi IKJ, 2006). Sebaliknya, tidak semua tayangan yang kualitas tinggi memiliki rating yang tinggi, (hasil penelitian Yayasan SET, 2007).
Contoh tayangan dengan rating tinggi tapi kualitas rendah ;
   Putri yang di Tukar (RCTI)
   Uya Emang Kuya (SCTV)
   OVJ (Trans 7)
Contoh tayangan dengan kualitas tinggi tapi rating rendah ;
   Kick Andy (Metro TV)
   Oasis (Metro TV)
 
   Dunia Binatang (Trans 7)
 
Peringkat Stasiun Televisi yang Bersiaran Nasional (Sumber: Nielsen Audience Measurement 1-17   Juli 2010):
·        Berdasarkan Iklan:
1.     RCTI
2.     SCTV
3.     GLOBAL TV
4.     TRANS TV
5.     TPI/MNC
6.     TRANS 7
7.     ANTV
8.     INDOSIAR
9.     TV ONE
10.            METRO TV
·        Berdasarkan Program:
1.     RCTI
2.     TRANS TV
3.     SCTV
4.     TPI
5.     INDOSIAR
6.     TRANS 7
7.     ANTV
8.     GLOBAL TV
9.     TV ONE
10.            METRO TV
Data tersebut belum termasuk jumlah lembaga penyiaran berlangganan yang menyajikan berbagai program dari stasiun televisi asing yang jumlahnya ratusan. Tidak bisa tidak, saat ini kehidupan kita bukan saja dikepung oleh televisi, tetapi dipengaruhi dan ditentukan oleh televisi. Televisi seolah-olah anggota keluarga yang eksis tapi tidak tercatat dalam kartu keluarga.
Berbicara mengenai televisi berati kita membicarakan tentang proses komunikasi massa. Salah satu teori komunikasi massa yang sangat mencerminkan betapa televisi akhirnya menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan kita adalah Agenda Setting. McCombs dan Shaw (1972) menguji dasar teori Agenda Setting Media :
·        Media massa mempengaruhi penilaian pemilih mengenai apa yang mereka pikir isu utama suatu kampanye Presiden di AS.
·        Friming berita dan agenda setting dapat menentukan pilihan khalayak dalam pemilu Presiden di AS.
·        Skema agenda setting media menjelaskan, melalui teknik friming, media massa dapat menciptakan dan menentukan berbagai agenda publik. Kebutuhan tersebut seakan-akan harus segera dipenuhi oleh negara (pemerintah).
·        Agenda media bermorfosis menjadi agenda publik. Pada titik ini, agenda media memiliki kekuatan membentuk opini publik.
·        Opini publik memiliki kekuatan mendorong (mendesak) negara/pemerintah sebagai policy maker.
·        Kasus Prita Mulya Sari vs RS Omni International atau penahanan Bibit/Chandra membuktikan kekuatan agenda setting media.
Benarkah agenda media adalah agenda publik?
Suara media adalah suara publik?
Belum tentu, sebab berita dan informasi media adalah komoditas dalam industri media.
Ada beberapa kritik terhadap Agenda Setting yang akhirnya muncul. Menurut Gene Burd, terdapat beberapa catatan penting buat penelitian agenda setting selama ini, yaitu ;
·        Terlalu terpusat pada media massa.
·        Terlalu banyak mendasarkan pada model garis pertemuan produksi dan pembentuk pendapat publik.
·        Menggunakan media massa sebagai mesin pendidikan raksasa yang efektif mensosialisasikan pada publik untuk menerima kebijakan yang dibuat oleh jurnalis.
·        Menganggap publik sebagi individu atomistik  (homogen, masyarakat massa).
·        Komunikasi dilihat sebagai transmisi.
Televisi sebagai media yang paling berpengaruh dalam kehidupan kita memiliki beberapa bahaya yang seringkali tidak kita sadari. Kita dapat menyebutnya ‘5 S’ Bahaya Televisi, yaitu :
·        Sara
·        Saru (Seks/pornografi)
·        Sadis (Kekerasan)
·        Sihir (Mistik)
·        Sedih
Di antara bahaya tersebut, tayangan Sadis dan Saru yang paling mendominasi Televisi. Pada tahun 1999 s/d 2005 tayangan mistik yang paling mendominasi.
Di Indonesia sendiri, terdapat lembaga yang mengatur dan menyeleksi tayangan tayangan apa yang melakukan pelanggaran, berhubungan erat dengan rating yang didapatkan oleh setiap program pada stasiun Televisi yaitu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI sebagai lembaga negara yang bersifat independen mengatur hal-hal mengenai penyiaran (Pasal 7 UU 32/2002). Namun, Faktanya, KPI hanya mengurusi isi siaran. KPI memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi (Pasal 55 UU 32/2002) berupa :
·        teguran tertulis;
·        penghentian sementara
·        pembatasan durasi dan waktu siaran;
·        denda administratif;
·        pembekuan kegiatan siaran untuk waktu tertentu;
·        tidak diberi perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran;
·        pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran.
Faktanya : Tidak semua sanksi bisa diterapkan. 
·        Sosialisasi P3/SPS bagi pelaku industri televisi.
·        Monitoring real time terhadap seluruh televisi siaran nasional selama 15 jam.
·        Menjatuhkan sanksi bagi televisi yang melakukan pelanggaran (hingga tetes keringat teriakhir).
·        Melakukan gerakan masyarakat melalui media literasi.
·        Melakukan survey apresiasi khalayak terhadap program televisi.

KESIMPULAN
Televisi menjadi salah satu media yang sangat mempengaruhi kehidupan khalayak saat ini. Tidak jarang pola pikir khalayak di tentukan berdasarkan apa yang ia lihat dan tonton melalui televisi. Televisi dapat memberikan banyak manfaat bagi khalayak apabila khalayak dapat menggunakannya dengan cerdas. Namun, ternyata tanpa disadari Televisi sebenarnya telah memprovokasi khalayak dengan tontonan yang justru mengandung bahaya. Khalayak seolah-olah terhipnotis dengan hal-hal tersebut dan menanggap hal tersebut menjadi menarik.
            Oleh karena itu, sebagai pengguna Televisi yang cerdas, kita harus dapat memilih tayangan apa saja yang bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Sebagai khalayak kita diharapkan aktif terhadap pemberitaan yang diberitakan oleh Televisi. Jangan menjadi khalayak yang pasif, karena jika kita pasif dan menerima mentah-mentah apa yang diberikan oleh Televisi, kita akan cenderung terpaku dengan pemberitaan mereka dan tidak dapat melihat dari sudut pandang yang lain.

SUMBER
·        Ringkasan Perkuliahan dari Bapak Dr. Iswandi Syahputra, M.Si
·        Gambar dari www.google.com
·        Video dari www.youtube.com

Minggu, 24 April 2011

PEMASARAN POLITIK - Oleh : Dr. Eko Hary Susanto.M.Si

Diposting oleh Novia di 19.59 0 komentar
Mendengar kata POLITIK seringkali masyarakat mengaitkannya dengan sesuatu yang bersifat berat, banyak hal-hal yang disembunyikan didalam sebuah proses politik. Politik sendiri berarti  proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam Negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Para Insan Komunikasi biasanya hanya terlibat pada bidang-bidang yang menyangkut kebutuhan perusahaan atau lembaga mengenai pencitraan, brand, dan positioning, membangun hubungan positif dan sebagainya. Hal-hal tersebut memang tugas dari seorang praktisi komunikasi. Tetapi ternyata dunia politik juga menawarkan peluang bagi para insan komunikasi untuk turut berkarya pada dalam aktivitas elite-elite politik did negeri ini. Globalisasi yang sedang berkembang pesat saat ini berperan besar dalam setiap pekerjaan praktisi komunikasi yang membantu langsung setiap aktivitas dari elite politik. Pemasaran politik sendiri merupakan :
·        Aktivitas integratif dalam mengorganisir pesan politik kepada khalayak
·        Membangun pencitraan yang positif dan mengemas berbagai nilai yang melekat pada sosok/pribadi tokoh atau partai politik agar didapatkan pemahaman, penerimaan, dan dukungan dari publik.

Pemasaran politik sendiri berbasis pada setiap kegiatan pemasaran dan komunikasi, meliputi publikasi, kampanye, dan promosi melalui berbagai media seperti iklan, spanduk, baliho, dan media lainnya. Tujuannya adalah berusaha menciptakan citra yang positif mengenai seorang tokoh sehingga secara tidak langsung masyarakat dapat mengenal, memahami, mendukung, dan bahkan menerima tokoh tersebut. Proses tersebut akan meningkatkan elektabilitas (peluang untuk terpilih) tokoh tersebut.
 
Perbedaan pencitraan dalam pemasaran politik didasarkan pada karakter politisi yang ingin lebih di publikasikan, isi pesan, dan tujuan yang ingin dicapai dari pemasaran politik. Dengan memahami unsur pemasaran politik ini maka akan dapat mengimplementasikan pemasaran politik yang efektif. Saat ini juga aktivitas politik termasuk pemasaran politik sudah mengalami komodifikasi. Di mana segala aktivitas yang berkenaan dengan ranah politik sudah pasti berlabel komersialisasi. Apalagi bila menyangkut pada pencitraan dan demi tercapainya tujuan dan kepentingan para sosok elite politik, maka akan ada nilai komersialisasi di dalamnya.
Proses pemasaran politik sendiri dapat meliputi beberapa hal, yaitu :
·        Melakukan riset khalayak/pemilih
·        Mengembangkan strategi pemasaran politik
·        Menetapkan program pemasaran politik
·        Evaluasi dan perbaikan model pemasaran politik
Hasil riset yang telah didapatkan kemudian di paparkan. Pemaparan hasil riset khalayak juga harus dengan beberapa ketentuan, yaitu
·        Hasil yang dipaparkan harus orisinal, natural dan bebas nilai
·        Secara internal sebagai masukan untuk pemasaran politik parpol
·        Namun untuk kepentingan iklan politik, bisa saja di kemas, dari aspek yg menguntungkan partai politik
Setelah hasil riset di paparkan, ada baiknya kita juga mengetahui bagaimana cara menetapkan program pemasaran politik yang baik. Cara menetapkan program pemasaran politik antara lain:
·        Program pemasaran politik harus jelas sasarannya
·        Berdasarkan riset politik, program pemasaran diharapkan lebih down to earth
Pada tahap selanjutnya masuk ke strategi pemasaran politik. Jika berbicara mengenai strategi pemasaran politik, setidaknya ada 7 strategi pemasaran politik yang efektif , yaitu :
1.     Menciptakan kreativitas pada pesan.
Pesan harus menampilkan sesuatu yang kreatif (melalui jargon).
2.     Pesan sebaiknya sederhana.
Pesan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
3.     Gagasan yang dipublikasikan memiliki diferensiasi.
Menggunakan konsep dan gagasan yang unik dan berbeda dari yang lain.
4.     Pesan efektif dan efisien.
Pesan menanamkan pemahaman yang sesuai dan tepat sasaran.
5.     Bekerja dengan hati.
Melayani para klien yang merupakan sosok yang dibantu pencitraannya dengan sepenuh hati, penuh integritas, dan bebas nilai.
6.     Mendegarkan tuntutan konstituen.
Dalam mengeksploarasi ide politik harus berpijak pada kebutuhan rakyat sehingga dapat merepresentasikannya ke dalam pesan pemasaran politik.
7.     Membangun hubungan.
Sebaik mungkin membangun hubungan baik dengan berbagai pihak. Pesan politik untuk mempengaruhi khalayak haruslah menciptakan intimasi yang baik.

Untuk melakukan sebuah kegiatan pemasaran politik yang baik bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan riset yang mendalam serta strategi yang baik. Selain itu, pemasaran politik harus direncanakan dan disusun dengan tepat, menempatkannya pada media yang efektif dan semua aspek dalam pemasaran politik harus dipilih secara tepat. Dengan begitu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat nantinya. Pemasaran politik ada baiknya membawa dampak yang positif kepada masyarakat.
Kini kita semakin tahu bahwa sebenarnya dibalik dunia politik terdapat juga peluang untuk melakukan pemasaran politik. Pemasaran politik merupakan lahan yang sangat tepat bagi para praktisi komunikasi untuk merepresentasikan karya-karya mereka. Selain itu ikut juga menjembatani agar tujuan-tujuan dari para elite politik dapat tercapai.

Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan oleh para insan komunikasi secara profesional, penuh integritas, dan bebas nilai berdasarkan etika beserta nilai komunikasi dan budaya yang ada di negeri ini. Dengan pembahasan diatas, diharapkan para praktisi komunikasi lebih mengerti akan pemasaran politik. Tidak akan lagi menanggap politik sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebuah peluang yang menguntungkan.
  
SUMBER
·        Ringkasan Perkuliahan dari Bapak Dr. Eko Hary Susanto.M.Si
·        Gambar dari www.google.com

 

❤ KAPITA SELEKTA ❤ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Best Gift ideas