Minggu, 24 April 2011

PEMASARAN POLITIK - Oleh : Dr. Eko Hary Susanto.M.Si

Diposting oleh Novia di 19.59 0 komentar
Mendengar kata POLITIK seringkali masyarakat mengaitkannya dengan sesuatu yang bersifat berat, banyak hal-hal yang disembunyikan didalam sebuah proses politik. Politik sendiri berarti  proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam Negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Para Insan Komunikasi biasanya hanya terlibat pada bidang-bidang yang menyangkut kebutuhan perusahaan atau lembaga mengenai pencitraan, brand, dan positioning, membangun hubungan positif dan sebagainya. Hal-hal tersebut memang tugas dari seorang praktisi komunikasi. Tetapi ternyata dunia politik juga menawarkan peluang bagi para insan komunikasi untuk turut berkarya pada dalam aktivitas elite-elite politik did negeri ini. Globalisasi yang sedang berkembang pesat saat ini berperan besar dalam setiap pekerjaan praktisi komunikasi yang membantu langsung setiap aktivitas dari elite politik. Pemasaran politik sendiri merupakan :
·        Aktivitas integratif dalam mengorganisir pesan politik kepada khalayak
·        Membangun pencitraan yang positif dan mengemas berbagai nilai yang melekat pada sosok/pribadi tokoh atau partai politik agar didapatkan pemahaman, penerimaan, dan dukungan dari publik.

Pemasaran politik sendiri berbasis pada setiap kegiatan pemasaran dan komunikasi, meliputi publikasi, kampanye, dan promosi melalui berbagai media seperti iklan, spanduk, baliho, dan media lainnya. Tujuannya adalah berusaha menciptakan citra yang positif mengenai seorang tokoh sehingga secara tidak langsung masyarakat dapat mengenal, memahami, mendukung, dan bahkan menerima tokoh tersebut. Proses tersebut akan meningkatkan elektabilitas (peluang untuk terpilih) tokoh tersebut.
 
Perbedaan pencitraan dalam pemasaran politik didasarkan pada karakter politisi yang ingin lebih di publikasikan, isi pesan, dan tujuan yang ingin dicapai dari pemasaran politik. Dengan memahami unsur pemasaran politik ini maka akan dapat mengimplementasikan pemasaran politik yang efektif. Saat ini juga aktivitas politik termasuk pemasaran politik sudah mengalami komodifikasi. Di mana segala aktivitas yang berkenaan dengan ranah politik sudah pasti berlabel komersialisasi. Apalagi bila menyangkut pada pencitraan dan demi tercapainya tujuan dan kepentingan para sosok elite politik, maka akan ada nilai komersialisasi di dalamnya.
Proses pemasaran politik sendiri dapat meliputi beberapa hal, yaitu :
·        Melakukan riset khalayak/pemilih
·        Mengembangkan strategi pemasaran politik
·        Menetapkan program pemasaran politik
·        Evaluasi dan perbaikan model pemasaran politik
Hasil riset yang telah didapatkan kemudian di paparkan. Pemaparan hasil riset khalayak juga harus dengan beberapa ketentuan, yaitu
·        Hasil yang dipaparkan harus orisinal, natural dan bebas nilai
·        Secara internal sebagai masukan untuk pemasaran politik parpol
·        Namun untuk kepentingan iklan politik, bisa saja di kemas, dari aspek yg menguntungkan partai politik
Setelah hasil riset di paparkan, ada baiknya kita juga mengetahui bagaimana cara menetapkan program pemasaran politik yang baik. Cara menetapkan program pemasaran politik antara lain:
·        Program pemasaran politik harus jelas sasarannya
·        Berdasarkan riset politik, program pemasaran diharapkan lebih down to earth
Pada tahap selanjutnya masuk ke strategi pemasaran politik. Jika berbicara mengenai strategi pemasaran politik, setidaknya ada 7 strategi pemasaran politik yang efektif , yaitu :
1.     Menciptakan kreativitas pada pesan.
Pesan harus menampilkan sesuatu yang kreatif (melalui jargon).
2.     Pesan sebaiknya sederhana.
Pesan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
3.     Gagasan yang dipublikasikan memiliki diferensiasi.
Menggunakan konsep dan gagasan yang unik dan berbeda dari yang lain.
4.     Pesan efektif dan efisien.
Pesan menanamkan pemahaman yang sesuai dan tepat sasaran.
5.     Bekerja dengan hati.
Melayani para klien yang merupakan sosok yang dibantu pencitraannya dengan sepenuh hati, penuh integritas, dan bebas nilai.
6.     Mendegarkan tuntutan konstituen.
Dalam mengeksploarasi ide politik harus berpijak pada kebutuhan rakyat sehingga dapat merepresentasikannya ke dalam pesan pemasaran politik.
7.     Membangun hubungan.
Sebaik mungkin membangun hubungan baik dengan berbagai pihak. Pesan politik untuk mempengaruhi khalayak haruslah menciptakan intimasi yang baik.

Untuk melakukan sebuah kegiatan pemasaran politik yang baik bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan riset yang mendalam serta strategi yang baik. Selain itu, pemasaran politik harus direncanakan dan disusun dengan tepat, menempatkannya pada media yang efektif dan semua aspek dalam pemasaran politik harus dipilih secara tepat. Dengan begitu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat nantinya. Pemasaran politik ada baiknya membawa dampak yang positif kepada masyarakat.
Kini kita semakin tahu bahwa sebenarnya dibalik dunia politik terdapat juga peluang untuk melakukan pemasaran politik. Pemasaran politik merupakan lahan yang sangat tepat bagi para praktisi komunikasi untuk merepresentasikan karya-karya mereka. Selain itu ikut juga menjembatani agar tujuan-tujuan dari para elite politik dapat tercapai.

Aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan oleh para insan komunikasi secara profesional, penuh integritas, dan bebas nilai berdasarkan etika beserta nilai komunikasi dan budaya yang ada di negeri ini. Dengan pembahasan diatas, diharapkan para praktisi komunikasi lebih mengerti akan pemasaran politik. Tidak akan lagi menanggap politik sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebuah peluang yang menguntungkan.
  
SUMBER
·        Ringkasan Perkuliahan dari Bapak Dr. Eko Hary Susanto.M.Si
·        Gambar dari www.google.com

Minggu, 03 April 2011

PSIKOLOGI KOMUNIKASI MASSA - Oleh : Dra. Henny E. Wirawan M.Hum, Psi

Diposting oleh Novia di 01.48 1 komentar
DEFINISI KOMUNIKASI MASSA
Massa (mass) atau crowd :
  • Suatu bentuk kumpulan (collection) dari individu.
  • Tidak melakukan interaksi.
  • Tidak terdapat struktur.
  • Pada umumnya terdapat orang dalam jumlah banyak dan berlangsung lama.
 Massa menurut Gustave Le Bon (Pelopor Psikologi Massa) :
  • Suatu kumpulan orang banyak berjumlah ratusan bahkan ribuan yang berkumpul dan mengadakan hubungan untuk sementara waktu dan kepentingan yang sementara pula. Contoh : Orang yang menonton sepakbola dan sebagainya.
Massa menurut Mennicke (1948) :  Massa abstrak dan massa konkret.
  • Massa abstrak adalah sekumpulan orang yang didorong oleh persamaan minat, persamaan perhatian, persamaan kepentingan, persamaan tujuan, tidak adanya struktur yang jelas atau tidak terorganisir.
  • Massa konkret adalah massa yang memiliki ciri :
  • A. Adanya ikatan batin, ini disebabkan adanya persamaan kehendak, persamaan tujuan, dan persamaan ide.
  • B. Adanya persamaan norma, ini disebabkan memiliki peraturan sendiri, dan kebiasaan sendiri.
  • C. Mempunyai struktur yang jelas.
Massa menurut Park dan Burgess : Massa aktif (mob) dan massa pasif (audience). Dalam mob telah ada tindakan-tindakan kekerasan nyata. Misalnya, perkelahian massal, tawuran, dan demonstrasi.
Neil Smelser berpendapat, ada 6 kondisi yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif, yaitu :
  • Struktur yang kondusif memunculkan perilaku kolektif.
  • Adanya ketegangan yang secara struktural terjadi dalam masyarakat.
  • Adanya kepercayaan atau keyakinan bersama yang mendorong masyarakat melakukan tindakan bersama.
  • Adanya peristiwa sebagai faktor pemicu perilaku kolektif.
  • Adanya mobilisasi massa, dalam hal ini perilaku kolektif berarti digerakkan oleh pihak lain diluar massa atau yang memimpin massa.
  • Adanya kegagalan kontrol sosial sehingga massa melakukan perlawanan terhadap aturan yang baku.
Psikologi Massa adalah proses mental dan perilaku kolektif yang ditujukan kepada gerakan-gerakan perubahan sosial, bukan yang bersifat isidental dan aksidental. Aktor utama dalam psikologi massa, yaitu bertindak sebagai inisiator dan bukan aktor tunggal yang bekerja sendiri di dalam gerakan sosial.

KERUMUNAN
Karakteristik utama, yaitu :
  • Kumpulan orang banyak secara fisik.
  • Mudah sekali bereaksi.
  • Mudah meniru tingkah laku orang lain dan tingkah laku tadi mudah sekali mendapat dorongan dari semuanya.
BENTUK UMUM KERUMUNAN
Kerumunan yang beratikulasi dengan struktur sosial, yaitu :
  • Khalayak penonton atau pendengar yang formal; pusat perhatian dan tujuan sama; tetapi sifatnya pasif.
  • Kelompok ekspresif yang telah direncanakan; fungsinya sebagai penyalur ketegangan karena pekerjaan sehari-hari.
Kerumunan yang bersifat sementara, yaitu :
  • Kumpulan orang yang kurang menyenangkan.
  • Kumpulan orang yang sedang panik.
  • Kerumunan penonton karena melihat suatu kejadian.
PUBLIK
Interaksi yang terjadi secara tidak langsung.
Setiap aksi diprakarsai oleh individu itu sendiri. Cara menarik simpati publik dengan menggandeng nilai-nilai sosial.


KESIMPULAN
Pada dasarnya seorang manusia tidak akan dapat hidup sendiri.  Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berhubungan dengan banyak orang. Dalam hubungan tersebut terjadilah proses komunikasi massa yang secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologi seseorang. Psikologi akibat komunikasi massa tidak selalu bersifat buruk. Namun, hal ini tetap harus diperhatikan karena kondisi lingkungan lah yang nantinya akan mempengaruhi psikologi yang akan muncul. Oleh karena itu, biasakan diri untuk memilah-milah informasi yang kita terima dari lingkungan dimana kita berada.

SUMBER
Ringkasan perkuliahan dari Ibu Dra. Henny E. Wirawan M.Hum, Psi
Gambar dari www.google.com
http://annesdecha.blogspot.com/2010/10/pengertian-massa.html
http://damonholic.wordpress.com/2009/12/08/beberapa-pengertian-yang-ada-di-komunikasi/


 

❤ KAPITA SELEKTA ❤ Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Best Gift ideas